BETAPA AKU BENCI PEREMPUAN ITU!

betapa aku benci perempuan itu!

benci melihat cantik wajahnya

benci melihat putih kulitnya

benci melihat rona bahagia di mukanya

benci melihat semburat merah di pipinya

lebih benci lagi aku pada bekas merah di lehernya

benci sekali!!

 

Dan dia bahkan tak tahu apa masalahku

Dia tak pernah tahu aku sangat membencinya

Memupuk rasa tak nyaman ini sekian lama

 

Apakah dia lebih cantik dariku? sepertinya

Apakah kulitnya lebih putih dariku? Jelas. Kulitnya serupa susu. Kulitku, serupa susu juga, tapi susu campur kopi

Apakah dia lebih pintar dariku? Aku tak tau. Mungkin

Apakah keluarganya lebih baik dariku? Menurutku ya. Itu mungkin salah satu alasan dia memilihnya

Dia bahkan tak tahu aku sangat membencinya

Di depannya, aku selalu merusaha menampilkan senyum ramah terbaikku

Pura-pura ikut menggodanya, walaupun sebenarnya aku sama sekali tak ingin

Yang membuatnya semakin tersipu, dan damn! Semakin cantik saja keliatannya

 

Amboi pengantin baru, betapa bahagia kau tampaknya

Kau tak tahu, aku semakin patah hati melihatmu begitu

 

Advertisements

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s