GA ADA TANGGAL TUA YA DI SINI??

Wednesday, June 29, 2011

Tadi nganterin Abang mau beli colokan listrik di Giant (yang ternyata ga ada). Kami nyampe di sana sore, sekitar jam setengah limaan. Sekarang tanggal dua puluh sembilan, yang artinya adalah tanggal yang sudah amat sangat tua sekali. Tapi lihatlah wahai saudara-saudara, di Giant pengunjungnya sama sekali tidak berkurang!! Dan tentu saja tidak hanya berkunjung, karena Giant bukan mall atau toko buku (di mana pengunjungnya kebanyakan cuma numpang ngeceng n baca buku), kereta belanjaan mereka semua penuh dengan segala sesuatu yang mereka beli. Kereta, bukan keranjang. Kami mencari kasir yang ‘agak’ sepi, tapi semua penuh dengan antrean panjang. Dan belanjaan yang menggunung. Akhirnya ketemu juga kasir yang antriannya agak pendek. Sambil menunggu Abang membayar, saya keluar duluan dan melihat-lihat barang yang didagangin di seberang. Dompet-dompet cantik, anting imut, aksesoris lain. Nama tokonya ‘Naughty’. Ikonnya gadis yang mungkin maksudnya cantik, tapi saya nggak ngeliat di mana cantiknya. Mungkin karena saya terlalu old fashioned, …  berpakaian minim semua atas bawah, tapi penuh aksesoris from top to toe. Ternyata sampai saya memutuskan sudah melihat-lihatnya, Abang masih belum keluar dari antrean. Pasangan setengah baya yang antre tepat di depannya baru saja menyelesaikan pembayaran. Tebak berapa jumlah yang harus dibayar mereka? Satu juta dua ratus ribu lebih!! Weeeyyyy…. ternyata ga ada tanggal tua di Giant. Saya baru tahu kalau pegawai swasta sebagian besar gajiannya malah tanggal tua. Apalagi businessmen, dokter yang praktek pribadi, atau mereka yang gajiannya tiap hari. Mau tanggal satu, tanggal dua puluh sembilan, tanggal lima puluh tiga, no problem. Mau belanja kapan pun mah hayu ajah. Ya deh, monggo dilanjut belanjanya!! Silahkan!! Saya mau pulang dulu. Kalau lama-lama takut ngiler … 😀 Terus ada lagi yang sampai sekarang masih belum bisa dicerna oleh akal sehat saya. Mungkin ini yang disebut gegar budaya atau gegar lingkungan (ada nggak ya istilah begitu?). Maksudnya karena saya orang kampung miskin berpuluh-puluh tahun, boro-boro ke mall atau supermarket, ke pasar aja gak sebulan sekali…..  Belanja harian Emak di rumah kalau dikurskan sekarang kisarannya gak jauh dari lima ribu sehari, kadang-kadang malah gak belanja sama sekali kali karena sayur diambil dari kebun sebelah rumah. Kalau saya belanja di Giant atau supermarket-supermarket yang lain, memang ada item-item yang relatif lebih murah dibanding belanja di pasar umum. Misalnya sabun, shampoo, mie instant, telur (kadang-kadang), dan produk-produk sejenis. Tapi jangan tanya kalau mau beli produk sayuran dan benda-benda basah lain ( bawang n bumbu2). Harganya masya Allah…… Terakhir tadi malam. Weleh-weleh… kalau nggak dibayarin Abang mah males saya mau ngambilnya. Contoh: – Daun jeruk empat ribu sekian (biasanya di bu Aeb gopek, kalau di Om Kosim malah gratis suruh ambil2 aja,  ) – Sereh isi empat yang di pasar paling mahal serebu, di sini enam ribu tujuh ratus! Beh… – Laos sepotong dua ribu lima ratus sekian…. – Kentang kecil2 (buat rendang) …. lupa gak diliat, udah kadung males…. – Pernah juga beli bawang bombay (gara-gara si kakak mau spaghetti malem2 jadi ga bisa beli di warung langganan) dua buah dua puluh tiga ribu!! Euleuh2, biasanya dengan besar yang sama paling2 dua rebu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s