WAH, PESTA PORA HARI INI…..


Hari ini saya ke Sempur lagi naik sepeda.Wah, kerasa banget capeknya.Satu karena memang udah lumayan lama nggak main sepeda. Trus tadi malam tidur jam dua-an. Gak bisa-bisa tidur, soalnya tidur siang. Jadi pas waktunya bangun Shubuh masih agak ngeleyeng-ngeleyeng. Karena udah dari malam sebelumnya niat mau olahraga –kapan lagi kalau nggak hari Minggu begini, jadi kubulatkan tekad buat berangkat….;) Sampai Sempur subhanallah, ini hari Minggu terpadat sepanjang sejarah. Enggak bisa ngeliat apa-apa, sangking banyaknya orang. Yang jualan kayaknya juga bertambah, sampai lapis tiga semua di sepanjang tepi lapangan. Lapangan yang biasanya buat si topeng monyet ditutup, kayaknya buat acara Telkomsel atau apa. Jadi orang-orang yang biasanya ngumpul di situ pada duduk di pinggir. Si topeng monyet sepertinya bermain somewhere else, tapi nggak tahu di mana. Cuman kedengaran musiknya aja. Terus ada acara senam bersama itu. Biasanya memang selalu ada, tapi kayaknya hari ini disyut buat TV nggak tahu apa. Jadi lebih rame. Tapi saya tadi lewat aja di antara mereka yang lagi sibuk bersenam ria. Orang gak ada tempat lain. Terus ada stand-stand produk yang biasanya gak ada.

Tempat pertama yang saya kunjungin adalah…… bapak-bapak yang jualan buku bekas murah meriah itu!! Saya sih sebetulnya nggak berharap banyak, soalnya baru dua minggu yang lalu saya borong dagangan bapak itu. Dagangan yang saya suka aja, hehe…. Jadi pikir saya, ah, paling juga belum ada buku-buku ‘baru’ yang  bisa dibeli. Ternyata ada!! Banyak. Novel-novel Mills and Boon, Reader’s Digest, Intisari, novel bahasa Inggris yang lain. Totalnya 27 buku. Duitnya? 45 ribu aja!! Bayangin! Berpesta dengan buku sampai 2 minggu ke depan insyaallah cukup deh. Makasih pak ya, sudah mem-provide saya dengan banyak buku yang saya suka….

Terus beli puzzle buat Hikam. 10 ribu tiga, sayang kalau nggak dibeli. Ada baju Barbie  lima ribu tiga potong (biasanya 5 ribu 2), tapi setelah saya pegang-pegang n pilihpilih, ternyata saya lagi tidak ingin bermain Barbie.

Saya cari-cari sarung tangan, sarung tangan saya yang satu lagi dicuci, yang satu lagi nggak tahu ada di mana. Keliling lapangan, gak ada satu pun yang jual. Kalau kaos kaki banyak yang jual. Pas di ujung pengharapan, pas di ujung lapangan  di mana perjalanan berakhir, barulah ada yang jual. Sepuluh ribu (tadinya sih si Aa’nya bilang lima belas, terus ditawar…).

Terus sarapan ketoprak. Sengaja nggak beli yang berkalori tinggi, misalnya soto daging atau ayam bakar, biar nggak sia-sia ngegoes sepedanya.

Terus pulang. Di tengah jalan beli ayam di Bapak-bapak yang dorong gerobak itu. Untung beli, soalnya ternyata di rumah ada Gigih, Nugie n Bapaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s