“How to Train Your Dragon”…. udah nonton belum?

Kemarin waktu saya pulang sekolah, si Kakak dengan excitednya (sambil adegan nari-nari n loncat-loncat) bilang gini…… “Ibu, kita harus nonton film ini, ibu harus nonton, keren banget bu!!!”

Film apaan? Judulnya “How to Train Your Dragon”. Kok gak pernah denger ya? Film lama? tapi 3D tulisannya, berarti ga lama-lama amat pasti. Atau baru? Kok gak pernah liat trailernya? Whatever lah. Pengen liat film kayak mana yang dibilang keren banget tuh.

Ternyata emang keren banget. Animasinya bagus banget (apalagi kalau emang beneran pakai kacamata 3D pasti). Jalan ceritanya bagus, unsur ngedidiknya ‘kena’ tanpa harus berkesan menggurui. Pokoknya keren deh. kalau film Harry Potter dikartunin kayak gini saya pasti nonton, pasti akan jauh lebih bagus dibandingin kalau yang main Daniel Radcliffe (menurut saya lo….. soalnya Daniel terlalu ganteng untuk seorang Harry Potter, harusnya kan dia itu kurus2 agak culun gitu, haha….)

Ceritanya tentang perseteruan beratus2 tahun antara suku Viking dengan naga. Naga-naga ini suka merusak n membakar rumah-rumah penduduk (plus penduduknya juga) dan juga ngambilin ternak. Ya iyalah suku Viking marah n memburu trus ngebunuhin si naga-naga ini. Trus naganya yang jadi marah karena kawan2nya dibantai.  Dan menyerang dengan lebih ganas. dan suku Viking jadi tambah marah. Dan seterusnya dan seterusnya sampai beratus2 tahun.

Tokoh utama kita namanya Hiccup. Kok namanya Hiccup ya, cegukan. Gimana sih bapaknya dulu ngasih namanya. Kali orang Viking ngasih namanya kayak anekdot orang Indian itu, ngasih nama anak dengan benda pertama yang diliat bapaknya. Karena pas anaknya lahir bapaknya cegukan, jadilah diberi nama Hiccup, hehe….

Hiccup nih anak dari kepala suku Viking atau kepala kampung atau apalah. Bapaknya seorang tipikal Viking sejati. Yang badannya besar, rambutnya tebal panjang, kumisnya tebel, janggutnya tebel n panjang juga, bawa senjatanya yang besar2 bin berat itu.

Nah yang jadi kecewanya sang ayah ni, si Hiccup nih sama sekali nggak ngewarisin gen dia sama sekali secara fisik maupun non fisik. Badannya kurus, kecil, gak berotot, bawa pedang aja ga kuat. Hatinya pun lembut, gak garang kayak kawan-nya yang seneng banget kalau diajak berburu (yang berarti membunuh) naga.

Sebetulnya si Hiccup ini pun kesel ama diri sendiri, kenapa gak bisa kayak kawan2nya, kenapa gak bisa membuat bangga ayahnya….. makanya dia bertekad, dia harus bisa membunuh naga pertamanya, kalau bisa naga yang paling hebat biar dia bisa nunjukin dia bisa.

Di cerita ini, naganya macem2, bukan tipikal naga China yang panjang kayak ular berkaki itu, juga bukan naga Amerika yang kayak T-rex itu. Ada naga yang gendut banget kayak ulet yang di cerita Bugs itu, ada yang kepalanya dua, ada yang warnanya cerah banget, dengan senjata yang bermacam2 juga. Anak2 sekolah di sana juga belajar tentang naga-naga ini, gambarnya, ciri-cirinya, kekuatannya, dan cara membunuhnya.

Ada satu naga yang ditakuti ama orang-orang Viking ini. Namanya Night Fury. Disebut begitu karena dia belum pernah bisa diliat ama mereka. Nggak pernah terlihat, tapi serangannya mematikan.

Suatu malam, pas lagi terjadi serangan besar2an dari para naga ini, Hiccup menyelinap keluar (bisanya dia nggak pernah diijinin keluar ama ayahnya, karena setiap dia ikut pasti aja ada masalah… jadi paling2 dia tugasnya ngasah senjata atau nyemir perisai) sambil bawa senjata buat nangkep si naga. Eh nggak sengaja ketangkep nih si naga (senjatanya yang tali ada pemberatnya itu, jadi begitu naganya ketangkep, dia ga bisa terbang lagi karena kejerat sayapnya)

Ketika  Hiccup mau membunuh si naga (yang ternyata adalah Night Fury yang menakutkan itu) buat diambil jantungnya (biar dia bisa tunjukin ke ayahnya), ternyata dia nggak tega. Kasian dia ngeliat si naga yang tidak berdaya itu. Eh, akhirnya malah temenan mereka. Hiccup ngebuatin pasangan ekor buat si naga yang dikasihnya nama Toothless (karena pas pertama kali ketemu trus si naga ‘senyum’ ga ada giginya, ternyata si gigi bisa disembunyiin) yang terluka yang membuat si naga ga bisa seimbang terbangnya. dari pertemanan ama si naga ini Hiccup belajar banyak tentang sifat naga yang ternyata ga seseram dan sekejam yang diduga orang selama ini. Dari situ juga dia bisa ‘mengalahkan’ naga-naga di sekolahnya.

Ketika ayahnya tahu tentang hal itu, dia berencana untuk menyerbu sarang naga untuk memusnahkan mereka. Si Toothless yang tertangkap ditawannya biar jadi penunjuk jalan ke sarang naga. Hiccup yang mati2an melarang ayahnya agar tidak melakukan hal yang tidak ‘berperikenagaan’ itu sama sekali tidak diacuhkannya.

wah, kok dah bosen ya nulisnya…..

Pokoknya ternyata naga-naga itu suka nyolongin ternak itu karena mereka harus setor ‘upeti’ ama raja naga yang ada di sarang itu. Kalau mereka gak setor, atau setornya ga sesuai ama keinginan sang raja, maka merekalah yang akan dimakan sama sang raja sebagai gantinya. Ya takutlah para naga itu. Makanya mereka terpaksa nyolongin ternak.

Pas ayah Hiccup ama pasukan dateng, porak poranda mereka diamuk2in sang raja. Untung Hiccup n temen2nya dateng naik naga-naga yang dipakai untuk latihan (setelah di’jinak’in ama Hiccup) buat ngebebasin Toothless dan membantu mereka. Karena kelihaian Toothless (yg ga keliatan kalau gelap) dan taktik yang dipakai Hiccup, akhirnya sang naga raksasa bisa dikalahkan. Tapi kaki Hiccup terbakar parah n harus dipotong. Tapi the rest of the story happy ending. Ayahnya minta maaf, naga-naga itu akhirnya jadi piaraan yang lucu.

Jadi, kalau Anda suka film animasi, suka naga-nagaan, Anda mungkin akan menyukai film ini. Menghibur banget.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s