Tetangga baru……

Kami punya tetangga baru (sebenarnya kami pun masih baru di lingkungan ini, belum genap setahun. Tapi tetangga kami ini lebih baru dibanding kami. Baru sekitar 3-4 bulanan lah). Sepasang suami istri. Sang suami baru saja pensiun (dari departemen mana saya kurang tahu).  Tetapi bapak yang satu ini, tidak seperti sebagian besar new pensioners (?) yang lain yang sering kena post power syndrome sehingga kalau di rumah sering marah-marah wae, terlihat selalu ceria dan bahagia. Wajah beliau selalu kelihatan segar. w laupun rambut dah hampir putih sepenuhnya, tetapi masih tetap lebat, dan wajah serta kulitnya pun terlihat lebih muda dari usianya.

Istrinya juga masih muda sekali, jika kita beranalogi kalau istri seorang pensiunan pasti umurnya juga fifty something. Mungkin memang beliau masih muda (maksudnya usia beliau dengan suami terpaut cukup jauh), atau mungkin beliau emang awet muda. Cantik lagi. Ramah pula.

Beliau berdua ini punya dua anak, anak tertua perempuan, sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Si bungsu laki-laki, belum menikah tapi udah bekerja. Saya kurang tahu apakah dia tinggal serumah dengan orang tuanya atau misah, karena ga pernah liat dia di rumah. Mungkin udah misah, atau karena pulang kerjanya malam jadi saya ga pernah liat.

Dari awal, bahkan sebelum mereka menempati rumah itu (ketika dalam tahap pembangunan), kami, khususnya anak kami yang terkecil, sudah merasa dekat dengan beliau berdua.  Mungkin karena di antara deretan rumah di gang yang kami tinggali, rumah merekalah yang paling terbuka, apalagi dengan akses bermain di sebelah rumah (rencananya sih katanya mau dibangun untuk rumah si anak perempuan, tapi belum dikerjain. Baru pondasi. Jadi sekarang sama si bapak dipakai untuk nanam-nanam cabe dan kawan-kawan, miara ikan, dan untuk anak-anak main). Tetapi pasti juga karena mereka selalu welcome terhadap gangguan anak-anak kami, sehingga merekapun enjoy main ke sana.

Anak-anak memanggil belaiau Aki. Tapi istrinya nggak dipanggil Nini, soalnya belum pantes sih dipanggil  begitu. Jadi kami gak pernah manggil apa-apa ke beliau. Kalau terpaksa, kami memanggilnya ‘Bu’ saja.

Beliau berdua ini baik sekali. Selain selalu mau meladeni tingkah dan ocehan anak-anak kami, sering tiba-tiba malam-malam Aki mengetuk gerbang rumah kami, membawakan makanan ini itu. Bahkan tadi malam, beliau membawakan anak-anak sepiring spaghetti panas yang keliatan yummy (yang langsung ‘lewat’ dilahap kakak) dan sebotol minyak Cimande biuat kakak yang lagi keseleo kakinya.

Subhanallah. Terima kasih ya Allah, Kau pertemukan kami dengan orang-orang baik seperti mereka…

Pengennya kayak gitu juga, melewatkan masa tua bersama, peacefully………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s