KETEMU LAGI KAWAN-KAWAN LAMA….

Ini tulisan yang saya post di blog lama saya. Karena nggak bisa buka lagi (lupa passwordnya), saya kopi aja di sini sekalian bisa liat update info Siapa tau ada yang terbantu dengan tulisan ini, khususnya temen-temen yang juga sedang mencari seperti saya.

MENCARI TEMAN-TEMAN YANG HILANG

Saya sedang mencari kawan-kawan kuliah dulu yang hampir semuanya ‘hilang’. Sebelum itu, mungkin akan lebih baik kalau saya mengenalkan diri terlebih dahulu.
Kawan-kawan dulu bisanya memanggil saya U-wien, Wiwin atau Whien. Saya alumni IKIP Malang, yang sekarang menjadi Universitas negeri Malang ( waduh, udah produk jadul banget ya?) angkatan 1993, lulus 1997. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dan menjadi anggota (walaupun nggak aktif-aktif amat) PMII.
Nah, di jurusan Bahasa Inggris dan di PMII inilah saya banyak mendapat ilmu, pengalaman yang bagi saya yang waktu itu awalnya kuper banget, minder banget, dan minus-minus lain yang banget, jadi nggak banget-banget amat. Juga mendapat banyak…….. sekali kawan dan sahabat-sahabati.
Sayangnya, begitu saya lulus kuliah, I lost communications with most of them. Maklum, waktu lulus di rumah belum pasang telfon, boro-boro punya HP kayak jaman sekarang.
Jadinya, walaupun sering inget dan kangen ama kawan-kawan lama, ya cuman dalam khayalan aja ngobrol n ketemunya.
Dua tahun terakhir ini, saya berada di lingkungan yang dekat ama teknologi (tadinya saya mengajar anak SMP di sebuah desa di Kabupaten Tanggamus Lampung yang jauh dari ‘peradaban’). Kami (saya, suami dan anak-anak) pindah ke Bogor, karena suami dipindahtugaskan dan saya mengajar di sebuah SMP favorit di kota itu. HP udah mendingan, bisa akses internet. Di sekolah dapat fasilitas hotspot dan bisa pinjam laptop.
Trus tiba-tiba terpikir nih, kira-kira kawan-kawan yang lain sekarang lagi pada di mana, kerja apa, udah pada punya anak berapa, dll. Iseng-iseng di Google diketik aja nama kawan-kawan lama itu. Ada ketemu beberapa nama yang cocok dan kemungkinan memang orang yang sama.
Ini beberapa kawan yang saya temukan di internet. Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa membaca ini dan bersedia menghubungi saya atau siapa saja yang membaca ini dan mengenal orang yang saya maksud, sudilah kiranya membantu (yee… merendah amat sih. Biasa aja lagi!)

Berdasarkan komen salah satu kawan, tulisan ini telah mengalami beberapa pengeditan, berhubung ada hal-hal yang mungkin akan membuat kesalahan pemahaman bagi pembaca (khususnya yang bagian jatuh cinta-jatuh cintaan…. haha…..
M.Furqon Hidayat
Kawan sekelas. Pinter, shaleh, ramah, baik (dia pinter kaligrafi n nulis yang bagus, jadi suka saya mintain tolong nulisin sertifikat saya), perhatian. Dia top markotop tuh baik ilmu dunia maupun agamanya. Waktu kuliah dia sambil mondok di pesantren mahasiswa. Pas lulus dia lulusan terbaik jalur non skripsi, saya beberapa digit di bawahnya.
Nah, kemarin saya ketemu nama yang sama di jajaran dosen pembina pesantren mahasiswa Al Hikam, tempat dia mondok pas kuliah dulu.
Kemungkinan memang Furqon yang itu tuh. Saya sudah mengirim email ke pesantren Al Hikam, tapi belum menerima balasannya (tapi emang baru semalem sih ngirimnya). Mudah-mudahan positif deh.

Anggia Erma Rini
Teman sekelas, teman main (kami berempat Anggi, saya, Emi dan Iwin karena sama-sama sekelas dan sama-sama anggota PMII), teman ngaji di PMII waktu masih kroco-kroco (kemudian dia jadi ketua PMII Putri Cabang Malang dan saya tetep aja jadi kurcaci).
Dari awal memang udah keliatan kalau dia akan berkembang di organisasi. Kalau kuliahnya so so lah…. Trus nanjak, nanjak, nanjak…… terakhir ketemu pas saya baru nikah, dia udah mulai meniti karir di Jakarta (but I didn’t know for sure where), Waktu itu dia pernah ngasih no HP ke saya, cuman karena waktu itu saya belum punya HP sendiri, and I didn’t think seriously about that, then I lost it. How stupid I was!!
Trus saya liat namanya kemarin waktu nulis catatan perjalanan waktu dia dan kawan-kawan pesantren Indonesia berkesempatan belajar di Leeds University. Kayaknya Anggi yang sama deh, soalnya waktu terakhir ketemu denger-denger dia mau nikah dengan someone named Sulton. Nah di situ tertulis Anggia Sulton.
Tapi saya nggak tau dia sekarang kerja di mana, soalnya di tulisannya sama sekali nggak menyebutkan itu. Saya pengen bener nyambung silaturahmi, jadi yang tau please tell me ya.

Syariful Muttaqien
Kawan sekelas, ketua HMJ yang imut-imut (sekarang masih nggak ya?). Nama kecilnya sebetulnya Arief, tapi kami suka manggil dia Sarip. Saya melihat namanya di daftar nama CPNS yang diterima di UPT Bahasa Inggris Universitas Brawijaya tahun 2003. Bener nggak itu Rief? I miss you.

Hindun Hindiarti
Kawan sekelas yang serius banget, pinter, kawan akrab anak pak Pembantu Rektor. Saya pernah misjudged dia karena nggak kenal baik ama dia. Alhamdulillah Allah ngasih saya kesempatan untuk merubah pendapat saya tentang dia dengan menempatkan kami di sekolah tempat PPL yang sama, kosnya sekamar lagi. And I found she was a kind and fun girl. Sayangnya akrabnya cuman sebentar. Saya liat namanya di daftar calon peserta sertifikasi. Dia ngajar di MAN Ngawi (Rumahnya memang di Ngawi jadi kemungkinan besar prediksi saya benar). Is that you, Hindun?

Damas
Biasanya nama yang kami kenal adalah Damas Al Mubarok. Ternyata nama legalnya Damas aja. Kakak tingkat dua tahun di atas saya. Jurusan Bahasa Arab. Orang yang tadinya saya takuti (orangnya serem dengan kumis tebel dan wajah dingin) tapi ternyata orangnya super baik n ngocol abis. Dia menikah dengan adik tingkatnya (istrinya seangkatan sama saya) sebelum dia lulus kuliah (eh, udah lulus belum ya waktu itu?).
Saya liat namanya di daftar calon peserta sertifikasi juga. Dari MA Al Falah, Jurusan Bahasa Arab, tapi kok di Penajam, Kalimantan Timur? Ragu-ragu juga sih, kok jauh amat, tapi katanya waktu itu dia pernah juga kerja di Kuwait, jadi saya berpikir kali dia memang senang kerja yang jauh-jauh.
Pak Damas, bener tuh yang di Kaltim? Kumaha, damang?

Baru itu yang bisa saya temukan. Insyaallah, saya akan terus ’berburu’…………………

KETEMU LAGI KAWAN-KAWAN LAMA….

Berikut tambahan informasi dan update status (fesbuk kaleeee…) temen-temen lama…..

  1. Furqon

Status Update : pantesan saya kirim e-mail berkali-kali ke Pesantren Al hikam gak ada balesan, rupanya dia udah ngga ngajar di sana sejak lima tahun (!) yang lalu, semenjak dia dapet SK CPNSnya. Sekarang dia di MAN 1 Malang, menikah dapet orang Tulungagung, anak dua.

2. Syariful Muttaqien

Status Update: Bener dia yang waktu itu saya liat di penerimaan CPNS Unbra. Jadi Pak Dosen. Anak dua juga.

3. Hindun

Status Update: Bener ngajar di MAN Ngawi. Anak 1 laki-laki, umur 6 tahun, sedang hamil muda dan mabok-mabok.

4. Untung

Kawan kuliah juga. Sekelas terus dari awal sampai lulus (lulusnya bareng juga!) Baik, dewasa, ngemong ke kawan-kawan (mungkin karena dia lebih tua satu angkatan lulus SMA-nya, jadi dia menganggap kami adik-adiknya).  Punya adik, laki-laki juga, satu angkatan tapi di Teknik. Ketemu juga di beberapa kegiatan PMII. Yang paling berkesan adalah cengkok bahasa Inggris Banyumasannya (dia orang Tegal). Saya seneng bener kalau dengerin dia lagi ngobrol ama adiknya ake bahasa Tegal (di Malang dulu kan ga banyak orang-orang ‘macam’ mereka, hehe….)

Sewkarang dia pulang kampung ke Tegal, kerja (ngajar SMP kayak saya, TMT PNS juga bareng), menikah dan punya anak dua (juga!) Kadang-kadang merangkap jadi guru Olah Raga (aneh!). Kami bisa kontak lagi karena dia meng-add saya di Facebook. Dari dialah saya kemudian mendapat alamat Facebook dan nomor hp beberapa kawan yang lain.

5. Farid Khuzaini aka Dul Khamdie

Kawan KKN. Kenal dari zero, karena kami beda jurusan dan fakultas, dan dunia luar kampus kami tidak pernah bersinggungan.

He could be very charming when he wanted to.

Anak teater (aktifis teater kampus n waktu itu kalau nggak salah dia jadi ketua teater di kampus). Jurusan BK, but didn’t look like one at all.

Kontak lagi waktu ngetik nama-nama kawan di Google. Salah satu yang ketemu adalah nama dia. Di situ dia jadi admin Alumni Teater Hampa. Pulang kampung ke Jombang, bisnis bawang merah, ngajar teater di sekolah-sekolah (emang bener-bener anak teater ya!),  main music, n ‘ngotak-atik’ komputer katanya.

6. Afif Wahyudi

Cowok paling ganteng waktu KKN. Saya udah lama tau dia (dia satu angkatan tapi jurusan bahasa Arab, n kawan-kawan dia banyak yang sekos / satu PMII ama saya)tapi kayaknya dia baru kenal waktu KKN itu.

Sempet agak segen waktu pertama kenal (he was so cute and he had a reputation as a womanizer). Entah bener ntah nggak, tapi katanya dia suka gonta-ganti pacar. Pacar terakhirnya waktu itu juga suka nengokin ke lokasi KKN, anggun n cuantikk banget.

Eh, ternyata begitu kenal langsung ‘klik’. Kami jadi kawan baik. Bersama Pak Rozieq dan Nani, KKN seru abis!!!

Ketemu lagi juga karena dia meng-add saya dif b (mungkin karena nama saya tiga kata, jadi relatif lebih mudah dicari). ternyata sekarang dia di Jeddah! Sebelum itu di Mekah. Udah tujuh tahunan dia di sana, dari tahun 2002.

Ngajar di Sekolah Indonesia Jeddah. Istrinya ternyata bukan si cuantikk yang suka nengokin waktu KKN itu. Anak 2, perempuan semua.

7. Rina Sari

Anak Pak Pembantu Rektor yang saya ceritain kawan akrab Hindun. Anaknya cuantikkkk, anggun, kalem, tekun, pinter, ramah, waktu masih kuliah udah naik haji, pokoknya perfect deh. Tapi kami nggak akrab soalnya saya selalu minder kalau deket-deket dia… (haha…. norak banget ya…).

Saya meng-add dia di fb, dari Untung, eh atau dari Mas Mursyid? Antara dua itu deh. Lulus IKIP kayaknya langsung nerusin S2 di IKIP juga tapi namanya udah ganti jadi UM. Trus sekarang jadi dosen di UIN, di Malang juga. Tambah cantik and anggun dia sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s